Minggu, 15 Januari 2012

STA Tugu yang dari dulu hingga sekarang

Stasiun Tugu th 70an..

Stasiun Tugu th 1887..
all source:semboyan35.com

Alasan Kenapa pada Rel Kereta Terdapat Kerikil

Entah anda perhatikan atau tidak, hampir di sepanjang rel kereta api biasanya terdapat batu kerikil yang terletak di bawah dan pada samping kanan dan kiri rel kereta api. Batu kerikil ini memang sengaja disebar di sekitar rel kereta api tersebut. Dan ternyata batu kerikil ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk menunjang keberadaan rel kereta api yang berdiri di atasnya. Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api 1. Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik. 2. Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama. 3. Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya. 4. Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api. Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.

Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api. sumber:http://al-teko.blogspot.com/2011/06/alasan-kenapa-pada-rel-kereta-terdapat.htm

Selasa, 19 Juli 2011

Ulah Prameker.....saking ngantuk-nya po yah...


Senin, 04 Juli 2011

Prameker yang berkurang....


Kagem Pak Basuki sugeng Paripurno, mugi sehat selalu....Amin
Buat Kang Yanto sugeng menjalani hidup baru dan sukses slalu...Amin

Rabu, 15 Juni 2011

Kereta Prambanan Eksekutif di Uji cobakan


PT Kereta Api Daerah Operasi IV Yogyakarta akan mengujicobakan Kereta Api Prambanan Express (Pramex) Eksekutif untuk perjalanan Solo-Yogyakarta. Kereta api tersebut akan dijalankan dua kali perjalanan pergi dan pulang.

“Permintaan dari masyarakat cukup banyak,” kata Kepala Stasiun Besar Balapan Surakarta, Sugiyanto. Permintaan tersebut disampaikan oleh masyarakat kepada PT Kereta Api melalui kotak saran yang disediakan di stasiun. Menurut Sugiyanto, saat ini tingkat okupansi KA Pramex regular kelas bisnis terbilang cukup tinggi, terutama di setiap akhir pekan. “Rata-rata bisa mencapai 150 persen,” katanya. Berarti, sepertiga dari penumpang terpaksa tidak mendapatkan tempat duduk. Padahal di akhir pekan, KA Pramex bisnis melakukan 12 kali perjalanan.

Sugiyanto mengatakan, untuk KA Pramex Eksekutif tersebut akan memanfaatkan gerbong KA Argolawu yang selama ini hanya menganggur di depo Balapan pada siang hari. “Kondisi tersebut dianggap kurang efektif,” kata Sugiyanto. Karena itu, PT Kereta Api berinisiatif untuk mencoba menjalankan gerbong tersebut untuk mengangkut penumpang dari Solo ke Yogyakarta dan sebaliknya sebagai KA Pramex.

Sedangkan menurut Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Purwosari Surakarta, Jaka Mulyana, KA Pramex eksekutif tersebut masih memungkinkan untuk berhenti di stasiun kecil, termasuk Stasiun Purwosari. “Tentunya jika banyak penumpang yang berminat, minimal 10 penumpang,” kata Jaka Mulyana.

Dirinya menambahkan, KA tersebut hanya membutuhkan waktu 48 menit untuk menempuh perjalanan dari Surakarta dan Yogyakarta. “Sesuai dengan standar kereta eksekutif, KA Pramex tersebut juga dilengkapi dengan pendingin ruangan,” kata Jaka Mulyana. Hanya saja tarifnya menjadi jauh lebih tinggi. Jika tarif KA Pramex bisnis hanya Rp 7.000 per penumpang, untuk KA Pramex Eksekutif tersebut akan menerapkan tarifRp 20.000 per penumpang.

source:www.tempointeraktif.com

Agustus, Tarif KA Prameks Naik


Stasiun besar Balapan Solo

PT Kereta Api Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta bakal menaikkan tarif KA Prambanan Ekspress (Prameks) yang memiliki rute utama Solo-Yogyakarta. Kebijakan itu terpaksa diambil lantaran imbas tingginya harga bahan bakar nonsubsidi.

Juru bicara PT KA Daops VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan harga baru tiket itu akan berlaku sekitar Agustus mendatang. “Kami masih mengkaji besaran kenaikannya,” kata Eko saat meninjau jalur rel Wonogiri-Solo, 4 Mei 2011. Dia memperkirakan harga yang akan diberlakukan berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu tiap penumpang.

Harga tiket KA Prameks yang berlaku saat ini ditetapkan saat harga bahan bakar hanya Rp 4.500 per liter. Harga tiket untuk penumpang yang menempuh rute Solo-Yogyakarta dan sebaliknya sebesar Rp 9 ribu.

Sedangkan saat ini PT KA harus menebus bahan bakar diesel nonsubsidi dengan harga Rp 9.500 per liter. Dengan tarif yang berlaku, PT KA hanya mendapat laba sebesar Rp 362 per penumpang. “Jadi, kami kesulitan berinvestasi untuk menambah pelayanan,” kata Eko.

Eko berjanji, PT KA akan memperbaiki layanan kepada penumpang, salah satunya dengan menambah frekuensi perjalanan. Satu rangkaian KA Prameks yang rusak sejak Oktober lalu mulai dioperasikan bulan depan. Saat ini, kereta jenis rel diesel elektrik itu sedang diperbaiki di PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun.

Selain itu, pada 19 Juni mendatang mereka juga akan meluncurkan KA Prameks yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan. Sayangnya, Eko masih enggan menyebut harga tiket yang akan diberlakukan.

Sebelumnya, Februari tahun lalu PT KA pernah merencanakan kenaikan harga tiket dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu. Namun, rencana itu mendapat protes keras para penumpang. Akhirnya PT KA hanya menaikkan tarif menjadi Rp 9 ribu yang berlaku sejak April 2010.

Bambang Mintosih, salah seorang pelanggan Prameks, menganggap kenaikan harga itu masih dalam tingkat kewajaran. “Asal kereta yang seperti odong-odong itu cepat diperbaiki,” kata penumpang yang tiap hari menumpang KA Prameks itu. Yang dia maksud adalah salah satu dari empat rangkaian KA Prameks berwarna ungu yang sering mengalami kerusakan.

MOHON KOMENTAR ANDA....

source:www.tempointeraktif.com

Senin, 06 Juni 2011

Info untuk Prameker sekalian



ini untuk perbaikan berkala, supaya sepurnya tetep bisa mlaku..ga sering rusak...